BBM dan Rakyat Kecil

Rabu, 19 November 2014 0 komentar
MAKASSAR - BBM naik, kalian malah bersyukur menerima janji – janji pembangunan dari “bapak kotak – kotak” kalian? BBM naik dan anda malah melarang kami memprotes kebijakan yang dibuat oleh “anjing – anjing birokrasi”? Orang bodoh macam apakah anda? Okelah, mungkin kalian terlahir dari keluarga kaya yang jika BBM naik maka uang jajan bulanan kalian ikut naik. 


Tapi, coba bayangkan jika anda terlahir dari keluarga yang hanya makan sekali dalam sehari (atau kurang), atau dari keluarga kecil di pedalaman Indonesia. Coba bayangkan penderitaan mereka. Berhentilah menjadi individualis kawan – kawan. Coba bayangkan penderitaan saudara – saudara kita yang bekerja di perusahaan swasta yang jika BBM naik maka akan terjadi pemutusan hubungan kerja besar – besaran di kantor mereka. 

Jika kalian mengatakan “siapa suruh miskin”, maka sama saja kalian menyalahkan tuhan. Sekali lagi kawan – kawan berhentilah menjadi individualis, berhentilah berfikir individualis. Saudara bede’, Satu Negara bede’. Pekaki dulu eh……………..

Demonstrasi yang dilakukan oleh kawan – kawan mahasiswa seharusnya mendapatkan apresiasi dari masyarakat karena kami membantu menyuarakan aspirasi mereka kepada bapak yang katanya “presiden pro rakyat”, namun kenyataannya sebagian besar masyarakat malah mencela, dan menghina kami, bahkan sebagian dari mereka malah menyerang kami. Tahukah kalian, kalian telah terprovokasi oleh oknum – oknum yang takut kebijakannya terganggu atau lembaga yang ingin cuci tangan dari kasus pelanggaran HAM mereka.

Beberapa teman BlackBerryMessenger saya mengirimkan pesan broadcast bodoh yang berbunyi kurang lebih seperti ini “Mobil ratusan juta lu naikin, motor belasan juta lu kendarain, caffee ratusan ribu lu tongkrongin, rokok belasan ribu lu isep, BBM naik 2000 aja udah rebut kaya emak – emak”. Disini perlu diperjelas, jika hanya BBM yang naik 2000 rupiah mungkin kami bisa terima, tapi kami berfikir kedepan jika BBM naik pasti semua barang akan naik ( efek domino ), namun apakah pendapatan kaum pekerja akan naik? Mungkin saja, tapi kemungkinannya kecil.

Dan tahukah anda jika saat ini Harga minyak dunia saat ini sedang turun. Lalu apakah alasan “bapak kotak – kotak” menaikkan BBM? Katanya untuk membangun sarana, prasarana ini dan itu. Katanya untuk anggaran pendidikan, katanya untuk anggaran kesehatan. Semua hanya katanya. 

Padahal jika kita melihat kenyataan apakah orang miskin bisa bersekolah? Apakah jika orang miskin ke rumah sakit tidak dipersulit? Apakah rakyat kecil yang akan menikmati sarana dan prasarana (seperti bandara, tol laut, dll) yang akan dibangun oleh bapak tersebut? Saya rasa jika seperti ini terus rakyat kecil sedikit demi sedikit akan “tersingkir di rumah sendiri” dan hanya tinggal cerita. (Aang)

0 komentar:

Posting Komentar

 

©Copyright 2011 PsyQuartivo | TNB